• Jumat, 27 Mei 2022

Tak Hanya Alasan Kesehatan, Sri Mulyani Naikkan Cukai Karena Rokok Bisa Buat Miskin: Kita Bikin Tak Terjangkau

- Rabu, 15 Desember 2021 | 15:07 WIB
Menteru Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Instagram/smindrawati)
Menteru Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Instagram/smindrawati)

Giwangkara.com - Pemerintah resmi menaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) yang akan diterapkan mulai 1 Januari 2022 mendatang. Hal tersebut disampaikan Menteri Keungan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati.

Ia mengatakan bahwa kenaikan cukai kali ini berada di nilai rata-rata 12 persen. Tetapi, khusus untuk sigaret putih mesin (SPM) golongan 1 mengalami kenaikan paling tinggi, yakni sebesar 13,9 persen.

Maka dari itu, untuk SPM golongan I harga jual ecerannya (HJE) mencapai Rp 2.005 per batang dan senilai Rp. 40.100 per bungkus (20 batang).

Baca Juga: Tok! Cukai Resmi Naik, Harga Rokok per Januari 2022 Paling Mahal Tembus Rp40.100, Berikut Daftarnya

"Hari ini dalam rapat koordinasi dengan para menteri Presiden Jokowi menyetujui kenaikan Cukai rokok rata-rata 12 persen," kata Sri Mulyani, Senin, 13 Desember 2021 dilansir dari Liputan6.com, Rabu, 15 Desember 2021.

"Tapi untuk Sigaret Kretek Tangan (SKT), presiden meminta kenaikan 5 persen, jadi kita menetapkan 4,5 persen, maksimum," ujarnya.

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan bahwa kenaikan cukai tersebut tak hanya dinilai dari aspek kesehatan. Menurutnya, melalui kenaikan cukai itu juga akan memberi perhatian pada buruh serta industri rokok.

"Kenaikan itu pun bukan hanya mempertimbangkan kesehatan, tapi juga untuk memperhatikan perlindungan buruh petani dan industri rokok," katanya.

Tak hanya itu, Sri Mulyani juga mengatakan bahwa rokok menjadi pengeluaran tertinggi bagi masyarakat miskin selain beras. Di perkotaan konsumsi rokok mencapai 11,9 persen, sedangkan untuk wilayah pedesaaan mencapai 11, 24 persen.

Halaman:

Editor: Rian Andrian

Sumber: kemenkeu.go.id, tribunnews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X