• Sabtu, 13 Agustus 2022

Inflasi Bulan Juli 2022 Capai 0,64 Persen Jadi yang Tertinggi Selama 7 Tahun

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 17:58 WIB
Cabai menjadi penyumbang terbesar  Inflasi di bulan Juli 2022 (Foto : lampungtimur.kab.go.id)
Cabai menjadi penyumbang terbesar Inflasi di bulan Juli 2022 (Foto : lampungtimur.kab.go.id)

Giwangkara.com - Angka Inflasi pada bulan Juli 2022 menunjukan kenaikan sebesar 0,64%. Menurut Kepala BPS Margo Yuwono inflasi di Juli 2022 mencapai 0,64%, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,80, naik dari 111,09 pada Juni 2022.

Sedangkan inflasi berdasarkan tahun kalender (Juli 2022 terhadap Desember 2021) mencapai 3,85%, sementara inflasi tahun ke tahun/year-on-year (yoy) Juli 2022 terhadap Juli 2021 mencapai 4,94%.

Dikatakan oleh Margo, mahalnya harga cabai serta harga tiket pesawat menjadi menyumbang angka inflasi bulan Juli bagi Indonesia.

Baca Juga: Meta Platform Inc Alami Penurunan Laba Dampak Inflasi

"Kalau kita lihat penyumbang utama inflasi pada Juli ini antara lain adalah karena kenaikkan harga pada cabai merah, tarif angkutan udara, kemudia bahan bakar rumah tangga, dan cabai rawit," ujar Kepala BPS Margo Yuwono seperti yang dilansir dari Sindonews.com

Lebih lanjut, Margo mengungkapkan angka inflasi ini menjadi yang tertinggi selama 7 tahun kebelakang yakni pada bulan Oktober tahun 2015.

"Ini merupakan inflasi tertinggi sejak Oktober 2015, dimana pada saat itu terjadi inflasi sebesar 6,25 persen secara year on year" terang Margo.

Baca Juga: Tak hanya Indonesia, Singapura juga Alami Inflasi Terparah Tahun Ini

Komponen harga bergejolak memberikan andil tertinggi pada bulan Juli 2022 jika dihitung secara month to month, dengan andil 0,25 persen.

Adapun komponen harga tersebut yakni tingginya harga cabai merah, cabai rawit serta bawang merah.

Sedangkan untuk komponen yang diatur oleh pemerintah memberikan andil sebesar 0,21 pesen disumbangkan melalui kenaikkan tarif angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, rokok kretek filter, dan tarif listrik.

Baca Juga: Inflasi Amerika Tembus 9,1 Persen, Apa Dampaknya Bagi Indonesia?

Sepanjang bulan lalu, harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif listrik non-subsidi merangkak naik.

Sebanyak 0,01 persen inflasi disumbang dari tarif dasar listrik dengan daya 3.500 VA sedangkan untuk komponen inti memberikan inflasi sebesar 0,18 persen, dengan komoditas pendorongnya antara lain harga ikan segar, mobil dan sewa rumah.

Dari hasil pantauan BPS, terdapat 90 kota yang mengalami inflasi dan Kendari menjadi kota yang tertinggi yakni sebesar 2,27 persen.

Editor: Amat Heryadin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ingin Gaji 10.000.000? : Jadi Driver Air Asia

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 15:08 WIB

KPK Pantau Perkembangan Kasus Setya Novanto

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 14:15 WIB

Simak 8 Tips Pelajaran Hidup Dari Warren Buffett

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 10:48 WIB

Perusahaan Besar Teh Sariwangi Mengalami Kebangkrutan

Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:14 WIB

Penyebab Harga Mie Instan Naik 3x Lipat

Jumat, 12 Agustus 2022 | 04:02 WIB

Riesca Rose Beberkan Kelakuan Buruk Natalie Holscher

Kamis, 11 Agustus 2022 | 16:16 WIB

Simak 25 Bursa Kripto yang Terdaftar Dalam Bappebti

Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:54 WIB
X