• Sabtu, 13 Agustus 2022

Makna dan Hadits Tangan Diatas Lebih Baik daripada Tangan Dibawah

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 00:41 WIB
Karena jika saat kita memberi, kita akan diberikan kehormatan akan kebesaran hati untuk menolong dan memberi, sebaliknya jika kita meminta kita tidak akan mendapatkan kehormatan kebesaran hati tersebut.
Karena jika saat kita memberi, kita akan diberikan kehormatan akan kebesaran hati untuk menolong dan memberi, sebaliknya jika kita meminta kita tidak akan mendapatkan kehormatan kebesaran hati tersebut.

Giwangkara.com - Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah, begitu banyak orang yang memberikan kata-kata seperti itu, yang bermakna lebih baik memberi daripada meminta.

Karena jika saat kita memberi, kita akan diberikan kehormatan akan kebesaran hati untuk menolong dan memberi, sebaliknya jika kita meminta kita tidak akan mendapatkan kehormatan kebesaran hati tersebut.

Terlebih jika kita bermanfaat bagi sesama dan orang sekitar degan kita menanam hal baik, niscaya kita akan memetik hal-hal baik juga, namun dalam arti ini apakah sudah sesuai syariat?

Nabi Muhammad SAW bersabda, sebagaimana diriwayatkan Hakim bin Hizam radhiyallahuanhu.

Baca Juga: Mengenal Habib Abdullah Bin Abdul Qodir Bilfaqih, Ahli Hadits Dari Indonesia

"Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu. Dan sebaik-sebaik sedekah adalah yang dikeluarkan dari orang yang tidak membutuhkannya. Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya, maka Allah akan menjaganya. Barangsiapa yang merasa cukup, maka Allah akan memberikan kecukupan kepadanya."

Hadis di atas mengajarkan prinsip yang ideal bagi setiap Muslim, yakni hidup berkecukupan dan gemar bersedekah.

Agama Islam mengajarkan sikap moderat, yakni agar umatnya tidak terlunta-lunta dalam kemiskinan dan tidak pula menumpuk-numpuk harta sehingga menjadi kikir.

Baca Juga: Inilah Hadits Mengenai Lebih Baik Tangan Diatas Daripada Tangan Dibawah

Prinsip ini juga membuat seorang Muslim yang memiliki harta mencapai nisab harus mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen.

Di dalam Alquran, kewajiban untuk berzakat kerap disandingkan dengan shalat.

Rasulullah SAW pun pernah mengutarakan tentang keutamaan orang salih yang kaya dan dermawan.

Lewat hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Mas'ud, Rasulullah SAW bersabda, "Tidak boleh iri kecuali terhadap dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan, dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Alquran dan Sunnah), lalu ia menunaikan dan mengajarkannya" (HR Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Hadits tentang Niat dan 3 Keutamaan serta Pengertiannya

Jalan yang dipilih untuk menjadi sukses antara lain dengan berbisnis. Rasulullah SAW sendiri adalah seorang pedagang yang berhasil.

Dari 10 sahabat beliau yang dijamin masuk surga, sembilan di antaranya merupakan pengusaha sukses.

Salah seorang di antara mereka itu adalah Abdurrahman bin Auf. Setelah hijrah dari Makkah ke Madinah, ia sempat jatuh miskin.

Sebab, ia lebih suka meninggalkan harta kekayaannya untuk bisa mengikuti Nabi SAW ke Madinah.

Halaman:

Editor: Amat Heryadin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fadilah Doa Nabi Yunus Yang Dapat Mengabulkan Hajat

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 07:16 WIB

Amalkan Doa Nabi Yunus : Agar Hajat Terkabul

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 06:52 WIB

Arti Surat An Nas, Tafsir Ayat 1-6

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 01:51 WIB

Perbanyak Sedekah Di Bulan Lebaran Anak Yatim

Rabu, 10 Agustus 2022 | 04:10 WIB

Memaknai Hari Lebaran Yatim

Selasa, 9 Agustus 2022 | 21:16 WIB

Peristiwa Penting pada 10 Muharram

Senin, 8 Agustus 2022 | 09:15 WIB

3 Cara Ampuh Meraih Cita cita Menurut Islam

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 17:17 WIB

Ingin Hajat Cepat Di Kabulkan? Amalkan Doa Ini.

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 07:34 WIB

Keindahan Bulan Muharram Bagi Umat Islam

Rabu, 3 Agustus 2022 | 13:33 WIB

Konsep Mencari Rezeky Dalam Islam

Minggu, 31 Juli 2022 | 21:12 WIB
X