• Rabu, 27 Oktober 2021

Untuk ke Sekian Kalinya Pak Jokowi Menunjuk Luhut Menjadi Ketua Gernas BBI, Apa Kata Peneliti?

- Jumat, 24 September 2021 | 21:07 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan

Jakarta, Giwangkara - Presiden Joko Widodo memberikan tugas baru kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan untuk ke sekian kalinya. Pada kesempatan kali ini Luhut ditunjuk sebagai ketua Tim Gernas BBI (Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia). Pembentukan Tim Gernas BBI sudah tercantum dalam Keppres Nomor 15 tahun 2021. Ke depannya, ia bersama dengan tim akan mengoordinasikan pengembangan ekonomi kreatif yang akan meningkatkan penjualan dan pembelian produk lokal serta daya beli masyarakat.

Di luar dari tugasnya sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut memang sering melaksanakan berbagai tugas yang diperintahkan oleh Pak Jokowi. Beberapa tugas Luhut di masa kepemimpinan Joko Widodo, di antaranya sebagai berikut.

Baca Juga: Bantuan Sosial Tunai (BST) Covid-19 distop oleh Kemensos? Apa Alasannya?

  1. Menurunkan kasus Covid-19 di delapan provinsi selama dua pekan di bulan September;
  2. Wakil Ketua Tim Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) pada November 2020;
  3. Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Jawa-Bali pada Juni 2021;
  4. Dewan Pengarah Tim Penyelamatan Danau Prioritas Nasional pada Agustus 2021; serta
  5. Ketua Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada bulan September 2021.

Setumpuk tugas yang diterima oleh Luhut menunjukkan seberapa besarnya kepercayaan Presiden Jokowi kepada perwira militer ini.

“Engga ada yang salah persepsi, silahkan saja haknya orang. Yang terpenting bisa saya selesaikan atau tidak itu saja. Saya pikir selama ini yang diperintahkan oleh Pak Presiden belum ada yang saya engga selesaikan,” ucap Luhut

Dikutip dari akun instagram narasinewsroom, menurut peneliti menunjuk Luhut dalam berbagai penugasan mengindikasikan adanya kesalahan dalam manajemen pemerintahan Jokowi.

Baca Juga: Bekantan, Satwa Endemik Kalimantan Selatan Melahirkan di Tengah Perkotaan

“Yang menjadi pola Presiden menunjuk Pak Luhut sebagai koordinator ini dan itu bahkan tidak berhubungan dengan tugasnya inilah yang menunjukkan bahwa hal ini agak mengkhianati urusan kita membangun penyelenggara Negara dalam konteks meritokrasi, membangun penyelenggara berbasis merit (orang yang ditunjuk atas dasar kecakapan profesional dan kompetensi yang relavan). Jikalau Pak Luhut berulang kali ditugaskan untuk menangani banyak hal itu menunjukkan bahwa memang mesin pemerintahan sudah lumpuh,” ujar peneliti senior Next Policy/Dosen Administrasi Negara dari Universitas Indonesia.

“Pak Jokowi ini termasuk yang berorientasi practical, beliau ingin semua serba cepat dan beliau tidak terlalu perduli dengan bagaimana cara mesin (pemerintahan) bekerja. Beliau tidak begitu suka dengan sesuatu yang sifatnya analitis, beliau ingin tahunya A, B, C pointers, kemudian dijalankan, lalu berjalan. Pak Luhut lah orang yang memenuhi ekspetasi tersebut kalau saya lihat,” sambungnya.

Pihak Kemenko Marves mengatakan bahwa penugasan baru untuk Pak Luhut agar dapat mengoordinasikan program lintas kementerian dan lembaga.

Halaman:

Editor: Kurniawan Darnasutisna

Sumber: Instagram

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inilah Cara Mudah Daftar Kartu Prakerja Gelombang 22

Selasa, 26 Oktober 2021 | 17:51 WIB

Pemerintah Berlakuan NIK Sebagai NPWP Pada Tahun 2023

Selasa, 26 Oktober 2021 | 13:09 WIB

PT KAI Percepat Rute Perjalanan Kereta Jarak Jauh

Rabu, 20 Oktober 2021 | 14:51 WIB
X