• Minggu, 22 Mei 2022

Satgas Covid-19 Cabut Aturan Larangan Masuk RI dari 14 Negara, Ini Alasannya!

- Jumat, 14 Januari 2022 | 19:35 WIB
Ilustrasi. (Istockphoto)
Ilustrasi. (Istockphoto)

Giwangkara.com - Adanya penyakit endemik yang berasal dari Covid-19 yaitu Omicron telah memberikan kenaikan kasus baru di Indonesia.

Kasus ini terbanyak disumbangankan dari masyarakat yang telah melakukan perjalan keluar negeri, namun Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meniadakan daftar 14 negara (dengan transmisi komunitas Omicron) asal WNA yang dilarang masuk ke Indonesia.

Kewajiban karantina juga kini disamakan menjadi 7 hari. Keputusan ini tertuang dalam Surat Edaran Satgas Covid-19 No. 02/2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri pada Masa Pandemi Covid-19.

Baca Juga: Gempabumi M 6,7 yang Mengguncang Banten Terasa di Jakarta Hingga Bandung, Rumah di Pandeglang Rusak Akibatnya

Juru Bicara Nasional Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menjelaskan keputusan tersebut diambil karena varian Omicron sudah meluas ke 150 dari total 195 negara di dunia (76 persen negara) per 10 Januari 2022.

"Jika pengaturan pembatasan daftar negara masih tetap ada maka akan menyulitkan pergerakan lintas negara yang masih diperlukan untuk mempertahankan stabilitas negara termasuk pemulihan ekonomi nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip dari detik.com, Jumat, 14 Januari 2022.

Ketetapan ini, menurut Wiku selaku Jubir Satgas juga didukung dengan temuan ilmiah di berbagai negara di antaranya studi oleh Brandal dkk (2021) bahwa median dari masa inkubasi kasus varian Omicron ialah 3 hari setelah pertama kali terpapar.

Laporan awal hasil investigasi epidemiologi varian Omicron di Jepang tahun 2022, kata Wiku, juga menyatakan bahwa jumlah virus pada penderita akan mencapai titik tertinggi pada hari ke-3 sampai ke-6 setelah timbul gejala.

"Prinsip karantina ini adalah masa untuk mendeteksi adanya gejala karena ada waktu sejak seseorang tertular hingga menunjukkan gejala. Dengan demikian lolosnya orang terinfeksi ke masyarakat dapat dihindari," ujar Wiku.

Halaman:

Editor: Rian Andrian

Sumber: detik.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PWI & IKWI Berbagi Dalam Harmoni Ramadhan 1443 H

Jumat, 22 April 2022 | 19:06 WIB

Pembangunan Kawasan Industri Pasti Ada Dampaknya

Kamis, 24 Februari 2022 | 14:17 WIB
X