• Kamis, 8 Desember 2022

Update! Kaus Ferdy Sambo Cs: Kejagung Umumkan Berkas Sudah Lengkap dan Tahap 2 Telah Terjadwal

- Rabu, 28 September 2022 | 18:27 WIB
Tersangka pembunuhan Brigadir J, Ferdi Sambo (tengah) ketika keluar dari ruang untuk Sidang Kode Etik yang berlangsung lebih dari 17 jam. (VOA/Indra Yoga)
Tersangka pembunuhan Brigadir J, Ferdi Sambo (tengah) ketika keluar dari ruang untuk Sidang Kode Etik yang berlangsung lebih dari 17 jam. (VOA/Indra Yoga)



Giwangkara.com - Diberitakan sebelumnya berkas terkait perkara pembunuhan Brigadir J yang dilakukan Ferdy Sambo cs tengah dilakukan pemeriksaan untuk kelengkapannya.

Hari ini didapatkan informasi bahwa Kejaksaan Agung (Kejagung) telah mengumumkan berkas perkara Ferdy Sambo cs terkait kasus pembunuhan Brigadir J, dan dinyatakan lengkap atau P21.

Dalam hal ini, Fadil Zumhana selaku Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) menjelaskan bahwa berkas perkara Ferdy Sambo cs sebelumnya sempat dikembalikan kepada Bareskrim Polri.

Hal ini dilakukan untuk Polri melakukan perbaikan kelengkapan terkait kelima berkas tersebut agar sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang disiapkan jaksa peneliti.

Baca Juga: Kasus Ferdy Sambo Cs: Kejagung Targetkan Berkas Perkara Pembunuhan Brigadir J Rampung Diperiksa Pekan Ini

"Dalam kasus pembunuhan berencana ini ada 5 berkas perkara atas nama FS, PC, RR, RE, dan KW,” kata Fadil Zumhana dalam konferensi pers pada Rabu (28/9/2022) sore, dikutip Giwangkara.com dari Pikiran-Rakya.com.

“Lima tersangka ini setelah kami menerima berkas perkara dari penyidik, beberapa waktu lalu memang kami kembalikan untuk diperbaiki sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang disiapkan oleh Jaksa peneliti," melanjutkan.

Baca Juga: Usai Putusan PTDH Ferdy Sambo Ajukan Gugatan ke PTUN Hingga Polri Fokuskan Tiga Agenda Utama di Tahun 2022

Fadil Zumhana melanjutkan, bahwa saat ini kelengkapan berkas perkara, secara formli dan materil telah terpenuhi sebagaimana ditentukan dalam KUHAP Pasal 138-139, Pasal 8 ayat 3 KUHAP.

"Kelengkapan formil dan materil dari hasil penelitian berkas perkara, saya baru saja menerima laporan dari Direktur orang dan atau benda, bahwa persyaratan formil dan materil telah terpenuhi sebagaimana ditentukan di dalam KUHAP Pasal 138-139, Pasal 8 ayat 3 KUHAP, penyidik menyerahkan tanggung jawab tersangka dan barang bukti kepada jaksa untuk segera disidangkan," jelas Fadil Zumhana melanjutkan.

Baca Juga: Perhatian! IPW Endus Dugaan Kemungkinan Ferdy Sambo Bisa Bebas, Begini Penjelasannya

Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana, mengungkapkan bahwa terkait proses penyelesaian berkas  perkara berjalan dengan efektif.

"Hubungan koordinasi antara penyidik dan penuntut umum, hubungan koordinasi antara Kabareskrim dan Jampidum berjalan secara efektif, sehingga yang selama ini berkas perkara bolak-balik, kami tidak ada bolak balik," ungkap Fadil Zumhana.

Lebih jauh, Fadil Zumhana mengatakan bahwa dalam prosesnya, karena koordinasi dan konsultasi yang dilakukan berjalan dengan baik, maka perkara telah lengkap saat ini.

Baca Juga: Gulir Pemecatan Ferdy Sambo: Surat Keputusan PTDH Telah Diserahkan Hari Ini 23 September 2022
 
"Pemenuhan petunjuk melalui koordinasi dan konsultasi yang dilakukan secara efektif antara penyidik dan jaksa peneliti, sehingga perkara ini pada hari ini kami nyatakan lengkap untuk kasus pembunuhan berencana," imbuhnya melanjutkan.

Fadil Zumhana juga turut menjelaskan, terkait dengan kasus obstruction of justice yang menjerat Ferdy Sambo cs, bahwa berkas perkara tersebut sudah dinyatakan lengkap atau P21.

Dalam hal ini, Fadil Zamhana mengungkapkan, terkait obstruction of justice, bahwa pasal yang disangkakan untuk ini adalah UU ITE UU Nomor 19 tahun 2016.

Baca Juga: Begini Penjelasan Polri Terkait Gugatan yang Akan Dilakukan Pihak Ferdy Sambo.

"Kemudian perkara obstruction of justice, Pasal yang disangkakan adalah UU ITE, UU Nomor 19 tahun 2016, khususnya Pasal 32 dan 33 Jo 48 dan Jo 49 tersebut," ucap Fadil Zumhana.

Menurut Fadil Zumhana, alasan penggunaan pasal tersebut karena yang dirusak adalah barang eletronik dan bukti elektronik, dan akan berlanjut dengan menyangkakan subsider UU dalam KUHP.

"Kenapa? ini karena yang dirusak adalah barang elektronik, bukti elektronik, sehingga kami persangkakan, yang terberat, primer, adalah UU ITE dan berikutnya kami juga menyangkakan subsider UU dalam KUHP," kata Fadil Zumhana.

Baca Juga: Siapa yang Dimaksud Nadiem Makarim Sebagai Shadow Organization? Wargnanet: 400 Orang itu Gak Sedikit, Banyak

"Perkara seperti ini, menghalangi proses penyidikan atau merusak barang bukti, kami sudah terbiasa melakukan penyidikan, dan ini juga berdasarkan laporan Direktur keamanan negara dan tindak pidana umum lainnya, perkara ini telah memenuhi syarat formil dan materil. Sehingga berkas perkara juga sudah kami nyatakan lengkap, formulirnya P21," tambahnya melanjutkan.

Menurut Fadil Zumhada, teruntuk administrasinya ditanggung jawabkan kepada direktur terkait, dan dari penegasannya ia mengatakan substansi syarat formil dan materil telah terpenuhi.
 
"Tentang administrasinya nanti itu tanggung jawab direktur terkait, kapan dikeluarkan hubungan koordinasi dengan Bareskrim tapi secara substansi telah memenuhi syarat formil dan materil," ungkap Fadil Zumhana.

Baca Juga: Waspada! BMKG Prediksi Cuaca Buruk, Hujan Kencang Disertai Petir di Daerah Ini

Terkait hal itu, Fadil Zumhana juga turut mengungkapkan dalam konferensi pers pada Rabu (28/9/2022) sore, bahwa untuk tahap kedua sudah terjadwal dan akan segera diterbitkan untuk P21.

"Tahap dua sudah terjadwal, saya sudah perintahkan kepada direktur untuk pelaksanaan tahap 2 tidak boleh terlalu jauh dari diterbitkannya P21," kata Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana dalam.

"Kenapa? karena KUHAP menganut asas peradilan cepat, sederhana, dan berjaringan, supaya mendapatkan kepastian hukum, keadilan, bagi tersangka maupun korban," ucapnya menambahkan.

Baca Juga: Profil dan Biodata Jenderal Ahmad Yani, Salah Satu Perwira Militer yang Menjadi Korban pada Gerakan G30S PKI

Untuk diketahui, Proses tahap 2 ini merupakan proses penyerahan tersangka, barang bukti dan berkas perkara dari penyidik ke kejaksaan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap.*

Editor: Amat Heryadin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPK Pantau Investasi Telkomsel ke GoTo

Sabtu, 3 Desember 2022 | 13:18 WIB
X