UPDATE Kasus Pembobolan Uang Nasabah bank bjb, Lemahnya Pengawasan Jadi Biang Kerok!

- Senin, 20 Februari 2023 | 16:20 WIB
Masih lemahnya pengawasan terhadap proses penyimpanan uang maupun stok opname yang ada di khasanah inilah yang membuat Komisi III DPRD Jabar akan memanggi jajaran direksi bank bjb untuk dimintai keterangan/Foto/Ilustrasi pecahan uang
Masih lemahnya pengawasan terhadap proses penyimpanan uang maupun stok opname yang ada di khasanah inilah yang membuat Komisi III DPRD Jabar akan memanggi jajaran direksi bank bjb untuk dimintai keterangan/Foto/Ilustrasi pecahan uang

Giwangkara.com - Kasus pembobolan bank bjb Kantor Cabang (Kancab) Pangandaran oleh karyawannya berinisial (AS) alias Cucun senilai Rp20.671.000.000,00 (Dua Puluh Miliar Enam Ratus Tujuh Puluh Satu Juta Rupiah), oleh oknum karyawan berinisial AS alias Cucun di Kantor Cabang Pangandaran di Jl. Merdeka barat No. 396 Karangsari Padaherang Kab. Pangandaran, beberapa waktu terus menjadi sorotan berbagai kalangan. Terutama dari beberapa instansi pemegang kebijakan perbankan maupun legislatif.

Saat hendak dimintai tanggapannya terkait kasus pembobolan uang nasabah di bank bjb Kancab Pangandaran, para pejabat di kantor OJK Jabar di Jalan Ir H, Juanda tidak ada satupun yang berada di kantornya.

Baca Juga: Perpres Media Berkelanjutan: Dewan Pers Resmi Serahkan Draf ke Kemenkominfo

“Maaf kami tidak bisa memberikan keterangan terkait hal tersebut, karena sudah disepakati yang berwenang memberikan keterangan itu hanya pimpinan kami,” kata Andriani salah seorang staf OJK saat ditemui, Jumat (17/2/2023).

Dikatakannya, seluruh unsur pimpinan OJK sedang melaksanakan rapat di Bogor, sehingga untuk bisa menemui pimpinan akan dilaporkan terlebih dahulu untuk kemudian akan dijadwalkan.

Baca Juga: Bank BJB Kebobolan Rp, 20,6 Miliar, Pepep : Sungguh Miris Dimaling Secara Tradisional 

“Kami saat ini hanya bisa menampung dulu maksud dan tujuan bapak-bapak kesini. Nanti saya laporkan ke pimpinan agar bisa dijadwalkan,” ungkapnya.

Namun sebelumnya dikutip dari Bisnisbandung.com Direktur Pengawasan Lembaga Keuangan OJK Kantor Regional Jabar, Misran Pasaribu menyatakan pihaknya telah meminta agar pihak bank bjb untuk melakukan langkah-langkah perbaikan.

Diantaranya untuk senantiasa meningkatkan pengawasan aktifitas di khasanah (tempat penyimpangan uang).

Baca Juga: Bantu Korban Bencana Turki Laznas Rumah Yatim Berkolaborasi dengan Baznas Berikan Sumbangan Sebesar 500 Juta

“Kami juga sudah meminta pihak bank bjb untuk melakukan langkah-langkah perbaikan ke depan, agar senantiasa melakukan pengawasan yang lebih bagaimana aktifitas di khasanah. Misalnya melakukan cash opname secara rutin, kemudian stok opname supaya bisa diketahui berapa sebenarnya persediaan uang yang ada di khasanah,” jelasnya, Rabu (15/2/2023).

Misran pun mengakui bjb sudah menjalankan standar operasional (SOP) terkait pemeliharaan kas. Hanya saja perlu pendalaman maupun perbaikan.

“Pihak bjb sudah merespon arahan dari OJK selaku pengawas,” ujarnya.

Baca Juga: Jawa Tengah-Norwegia Jajaki Kerja Sama Transisi Energi

Halaman:

Editor: Amat Heryadin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Yuddy Renaldi Diminta Mundur dari Dirut bank bjb

Kamis, 2 Maret 2023 | 18:59 WIB

Jawa Tengah-Norwegia Jajaki Kerja Sama Transisi Energi

Kamis, 16 Februari 2023 | 16:17 WIB

Erick Thohir Kunjungi Pos Bloc Medan

Minggu, 8 Januari 2023 | 20:55 WIB

KPK Gelar Apel TAPAKSIAPI 2022

Minggu, 11 Desember 2022 | 00:52 WIB
X