• Kamis, 29 September 2022

Bandara Kertajati Mulai Menggeliat, Peluang Bagi Investor?

- Kamis, 30 Juni 2022 | 20:49 WIB
Daddy Rohanady Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (Dokumentasi)
Daddy Rohanady Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (Dokumentasi)

Bandung, Giwangkara.com -- Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati mulai menggeliat. Bandara yang terletak di Kabupaten Majalengka itu oleh Pemerintah Pusat telah ditetapkan sebagai salah satu bandara untuk pemberangkatan haji dan umroh. Selain itu, bandara tersebut ditetapkan pula sebagai tempat maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat TNI dan Polri.

Andai saja BIJB Kertajati menjadi pusat MRO berbagai maskapai yang ada, bandara tersebut pasti sudah super sibuk. Mengapa? Bukankah setiap pesawat yang akan melakukan penerbangan harus diuji dulu laik-tidaknya? Melihat jumlah pesawat yang ada, tampaknya menjadi sebuah keniscayaan jika BIJB Kertajati akan mampu berperan aktif-positif menanggulangi situasi tersebut. Namun, masih dibutuhkan komitmen untuk mewujudkannya.

Keberadaan BIJB Kertajati telah menyedot APBD Provinsi Jabar total sekitar Rp 7 triliun. Jumlah tersebut setara dengan sekitar dua tahun belanja APBD sebuah kabupaten. Artinya, jika uang sebanyak itu diberikan kepada sebuah kabupaten, maka dalam dua tahun kabupaten tersebut tidak perlu memikirkan sektor Pendapatan Daerah. Mereka tinggal "tidur saja" karena pos
Belanja Daerahnya selama dua tahun sudah terpenuhi.

Baca Juga: Bintal dalam Rangka HUT Polri yang ke-76 di Polrestabes Bandung

Hingga hari ini lahan BIJB Kertajati yang sudah dibebaskan adalah seluas 1.040 hektare. Lahan seluas itu semestinya dimanfaatkan secara optimal. Memang masih tersisa 760 hektare yang harus dibebaskan karena total luas BIJB Kertajati dalam rencana semula adalah 1.800 hektare.

Di sekitar BIJB Kertajati tencananya akan dibangun Aerocity Kertajati sekitar 3.200 hektare. Ada banyak peluang besar di kawasan ini. Salah satu stimulansnya adalah kebijakan Pemerintah Pusat untuk merelokasi PT Dirgantara Indonesia dan PT Pindad ke kawasan ini. Pertanyaannya, mulai kapan?

Dulu keluhan utamanya adalah akses masuk. Namun, hari ini sudah ada akses masuk dari Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang menjadi gerbang untuk wilayah timur-barat. Kita masih menunggu penyelesaian Tol Cileunyi- Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) untuk akses dari arah Bandung dan wilayah lainnya di bagian selatan.

Baca Juga: Polrestabes Bandung Laksanakan Bintal Bagi Pemeluk Agama Kristen dan Agama Hindu

Sekarang baru 4 penerbangan cargo per minggu. Tak lama lagi akan dibuka penerbangan untuk umroh dengan frekwensi 5 kali seminggu. Semoga kebutuhan pesawat tidak menjadi kendala. Bukankah cukup banyak pesawat "dikandangkan" selama sekitar dua tahun pandemi covid-19?

Halaman:

Editor: kwon oca

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Islam Memuliakan Guru

Senin, 14 Februari 2022 | 22:25 WIB

H. Firli Bahuri: Catatan Akhir Tahun, Menyongsong 2022

Jumat, 31 Desember 2021 | 16:40 WIB

Kelam Pendidikan Temuan Program Kampus Mengajar

Minggu, 26 Desember 2021 | 01:51 WIB

Agar Stunting Tidak Semakin Genting

Sabtu, 11 Desember 2021 | 13:25 WIB

Mencegah 'Tidak' Lebih Baik

Selasa, 9 November 2021 | 14:57 WIB

Manusia Silver dan Manusia Emas

Selasa, 9 November 2021 | 14:41 WIB

Tiga Aspek Mencegah Keretakan Rumah Tangga

Senin, 25 Oktober 2021 | 15:15 WIB

Dengan Sistem Organik Tingkatkan Hasil Pertanian

Jumat, 8 Oktober 2021 | 19:00 WIB
X