• Kamis, 2 Desember 2021

Pelaku Bersenjata Tidak Dikenal Masuk Ke Afghanistan Menyerang Taliban

- Sabtu, 25 September 2021 | 09:50 WIB
Aksi bom menargetkan Taliban terjadi di Jalalabad, Afghanistan
Aksi bom menargetkan Taliban terjadi di Jalalabad, Afghanistan

Jalalabad, Giwangkara - Telah terjadi pengeboman kepada Taliban di Jalalabad, Afghanistan Timur, pada Rabu, 22 September 2021. Serangan tersebut mengakibatkan 5 orang tewas, 2 prajurit, dan 3 warga sipil. Dilansir dari Indian Express, orang-orang bersenjata melepaskan tembakan ke kendaraan Taliban yang berada di sebuah pom bensin lokal di Jalalabad.

“Serangan itu menewaskan dua prajurit dan seorang petugas pom bensin,” ucap saksi mata.

Sebanyak dua anggota Taliban dan seorang warga sipil tewas oleh orang-orang bersenjata yang menyerang sebuah pos pemeriksaan di Afghanistan. Tidak diketahui siapa pelaku penyerangan. Serangan di kota Jalalabad adalah yang terbaru terhadap sasaran Taliban di Provinsi Nangarhar. Selama bertahun-tahun provinsi itu merupakan basis operasi utama kelompok ISIS di Afghanistan.

Baca Juga: Tips Memilih Telur dengan Kualitas Baik

“Pelaku bersenjata tak dikenal yang berada di sebuah becak menyerang sebuah pos pemeriksaan di Distrik Ghawchak di Jalalabad. Serangan itu menewaskan dua penjaga Taliban dan seorang warga sipil,” ujar pihak keamanan setempat, seperti dikutip AFP, Rabu 22 September 2021.

Kelompok Negara Islam yang bermarkas di Afghanistan Timur mengatakan, terjadi serangan serupa di Jalalabad pekan lalu yang mengakibatkan delapan orang tewas.

Taliban dan ISIS adalah musuh, serangan itulah yang telah meningkatkan ketakutan akan konflik yang lebih luas antara penguasa baru Taliban dan saingan lama mereka. Taliban berada di bawah tekanan untuk menahan militan ISIS. Selain itu juga untuk memenuhi janji kepada masyarakat internasional bahwa mereka akan mencegah serangan teror dari tanah Afghanistan. Meskipun sebelumnya telah dijanjikan keadilan dan menjunjung tinggi hak-hak perempuan, Taliban justru membatasi perempuan. Ia menetapkan semua pemerintahan diambil alih oleh laki-laki. Langkah-langkah itu mengingatkan kembali pada pemerintahan Taliban sebelumnya di Afghanistan pada akhir 1990-an, ketika mereka memberlakukan interpretasi keras mereka terhadap hukum Islam, atau syariah.

Baca Juga: Bekantan, Satwa Endemik Kalimantan Selatan Melahirkan di Tengah Perkotaan

Dilansir oleh tribunnews.com, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa sistem kesehatan Afghanistan berada di ambang kehancuran dan perlu dilakukan tindakan darurat. Pernyataan itu menyusul kunjungan WHO Ke Kabul yang dipimpin oleh direktur jenderal badan tersebut, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Mereka bertemu dengan para pemimpin Taliban dan lainnya.

“Negara ini akan segera menghadapi bencana kemanusiaan,” bunyi pernyataan itu.

Halaman:

Editor: Kurniawan Darnasutisna

Sumber: tribunnews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mayat Misterius Ditemukan di Sungai Dengkeng

Senin, 29 November 2021 | 21:45 WIB
X