• Kamis, 20 Januari 2022

Mantan Kades di Bandung Jadi Tersangka Mafia Tanah Senilai Rp 3.3 Miliar

- Selasa, 30 November 2021 | 16:01 WIB
 Ilustrasi mafia tanah (Detik.com)
Ilustrasi mafia tanah (Detik.com)

Bandung, Giwangkara.com -- Kejaksaan tinggi Jawa Barat resmi tetapkan mantan Kepala Desa Mandalawangi, Kabupaten Bandung sebagai tersangka dalam dugaan kasus mafia tanah.

Seperti dilansir dari kompas.com, selasa (30/11/2021). Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jabar Dodi Gozali Emil mengatakan, Desa Mandalawangi memiliki aset desa atau kekayaan berupa obyek tanah carik yang sudah turun-temurun sejak 1960 di Persil 12 dan 13 Blok Pasir Huut yang sebelumnya masuk wilayah Desa Bojong, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung.

Pada tahun 2018 lalu, tersangka berinisial D, F dan Y, sepakat untuk menukar objek tanah yang berasal dari tiga buah akta jual-beli atas nama AS yang berada di lokasi persil 16 Desa Mandalawangi. Objek tanah tersebut ditukar tiga objek tanah yang berbeda dilokasi tanah carik Persil 12 Desa Mandalawangi.

Baca Juga: Tersangka Kasus Mutilasi di Bekasi, Akhirnya Ditangkap Setelah Sempat Menjadi Buronan

Dodi memberikan keterangannya pada Selasa, (30/11/2021).

“tersangka D kemudian memerintahkan kepada tim pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTLS) untuk membahas proses penerbitan sertifikatdengan pengajuan atas nama YR pada tanah carik Persil 12 di Desa Mandalawangi (aset Desa Mandalawangi).” Dilansir dari kompas.com, Selasa (30/11/2021).

Setelah sertifikat jadi, kemudian tersangka D memberitahu kepada YR. Selanjutnya, YR meminta kepada D untuk mengambil sertifikat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bandung.

Baca Juga: Ini Dia Perbedaan Gejala Covid-19 Varian Delta dan Omicron

"Akibat perbuatan tersangka D, tanah tersebut telah hilang dari aset Desa Mandalawangi berupa tanah seluas 11.000 meter persegi senilai lebih kurang Rp 3,3 miliar," ucap Dodi.

Setelah dilakukan pemeriksaan di Kejati Jabar pada 29 November 2021, sekitar pukul 18.30 WIB, akhirnya D dinyatakan sebagai tersangka. D dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. D ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) Polrestabes Bandung.

Editor: kwon oca

Sumber: kompas.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X