• Kamis, 29 September 2022

Bharada E Penembak Jitu Nomor Satu di Korps Pelopor Brimob? Berikut Penjelasannya

kwon oca
- Selasa, 26 Juli 2022 | 13:05 WIB
ilustrai pistol (pixabay/Brett_Hondow)
ilustrai pistol (pixabay/Brett_Hondow)

Jakarta, Giwangkara.com -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia akan berencana memanggil semua ajudan Kadiv Propam Polri nonaktif Inspektur Jenderal Ferdy Sambo pada Selasa, 26 Juli 2022.

Pemanggilan ini dilakukan  untuk penyelidikan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

“Kami akan minta keterangan semua ajudannya,” kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, Senin, 25 Juli 2022.

Baca Juga: Penembakan Istri TNI di Semarang: Korban Berulang Kali Ingin Dibunuh Suaminya, Disantet hingga Racun

Anam tak menjelaskan secara detail siapa saja ajudan yang akan dipanggil. Diketahui jumlah ajudan Ferdy Sambo lebih dari satu orang. Dia juga tak mengatakan secara tegas apakah akan  memeriksa Bharada E alias Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu, anggota polisi yang disebut-disebut menembak Brigadir J.

“Semua,” kata dia.

Anam juga mengatakan akan melakukan pemeriksaan terhadap para ajudan Sambo penting untuk membuat terang  kasus ini. Namun, dia belum menjelaskan materi pemeriksaan tersebut.

Baca Juga: Ponsel Pacar Brigadir J Diamankan Penyidik, Istri Ferdy Sambo Seharusnya Diberlakukan yang Sama

Pemeriksaan ini merupakan lanjutan dari penyelidikan yang tengah dilakukan oleh Komnas HAM. Hari ini, mereka juga akan memeriksa tim dokter forensik Polri yang mengautopsi jenazah Brigadir Yosua. Komnas, kata Anam, meminta keterangan mengenai proses autopsi hingga penyebab luka di tubuh Yosua.

Halaman:

Editor: kwon oca

Sumber: Tempo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Soeharto Kawan atau Pahlawan dalam G30S PKI?

Rabu, 28 September 2022 | 19:38 WIB
X