• Jumat, 30 September 2022

Memaafkan Bharada E, Pihak Keluarga Brigadir J Tetap Minta Hukum Ditegakkan

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 14:45 WIB
Bharade E ditetapkan sebagai tersangka usai menembak mati Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo.
Bharade E ditetapkan sebagai tersangka usai menembak mati Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo.

Giwangkara.com – Misteri kematian kematian Brigadir J terus menjadi perhatian publik. Usai Polisi menetapkan tersangka pertama yaitu Bharada E dalam kasus kematian Brigadir J sedikit demi sedikit mulai terkuak.

Bharada E mulai memberikan keterangan baru atas kasus pembunuhan Brigadir J yang terjadi di rumah dinas eks Kadiv Propam Ferdy Sambo.

Bharada E mengubah keterangan bahwa tak ada baku tembak dalam insiden yang menewaskan Brigadir J. Ia mengaku jika dirinya terpaksa menembak Brigadir J atas suruhan atasannya. Diketahui saat itu Ferdy Sambo adalah atasan langsung Bharada E.

Baca Juga: Pengakuan Baru Bharada E Terkait kematian Brigadir J: Gak Usah Ditanya Pak, Saya Tulis Sendiri

Pada Selasa malam 10 Agustus 2020, Irjen Ferdy Sambo  ditetapkan sebagai tersangka atas pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Usai pengakuan tersebut, Bharada E menulis pesan kepada keluarga Brigadir J yang berisi ucapan bela sungkawa dan permohonan maaf.

Dilansir dari Metrojambi.com-jaringan Suara.com, Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat disebut telag menerima surat permintaan maaf dari Bharada E tersebut.

Dalam kasus ini, Keluarga besar mengatakan telah memaafkan Bharada E. Meski demikian ia tetap meminta agar hukum tetap ditegakkan.  

 “Saya sendiri memaafkan, tapi biarlah hukum berjalan karena kita tinggal di negara hukum. Ada aturan yang berlaku,” kata Samuel , Selasa (9/8/2022).

Halaman:

Editor: Indana Zulfa

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X