• Jumat, 30 September 2022

Budayawan: Tewasnya Brigadir J Pantas Diratapi oleh Semua Orang Batak

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 20:32 WIB
Tangis Keluarga Brigadir J (tempo.co)
Tangis Keluarga Brigadir J (tempo.co)

Giwangkara.com --  Budayawan Batak Saut Poltak Tambunan sebut kematian Josua Hutabarat alias Brigadir J adalah kematian yang pantas diratapi oleh semua orang Batak di mana saja.

Kejanggalan atas kematian Josua terungkap saat peti jenazah dibuka menjelang pemakaman yang memperlihatkan dimana jasad ajudan Irjen Ferdy Sambo itu mengalami sejumlah bentuk penganiayaan.

Membuka peti jenazah menjelang pemakaman dalam tradisi Batak disebut dengan istilah Mangandung.

 Baca Juga: Memaafkan Bharada E, Pihak Keluarga Brigadir J Tetap Minta Hukum Ditegakkan

"Mangandung ini semacam ratapan terhadap orang yang meninggal dalam tradisi Batak. Mangandung ini menjadi bagian dari upacara kematian. Mangandung adalah untuk melepaskan semua beban orang yang ditinggal oleh jenazah sebelum dikubur," kata Poltak dikutip dari Tempo.co, pada Selasa, 9 Agustus 2022.

Poltak juga menjelaskan dalam tradisi Batak dikenal dengan istilah Siboru puas siboru Bakkara, Molo dung puas sae ma soada mara yang berarti rasa sakit hati atau rasa amarah apa pun itu dilontarkan seketika lepas lalu tidak menjadi beban lagi. Secara psikologis, Mangandug adalah cara orang Batak untuk melepas kesedihan.

"Jadi kalau kesedihan tidak diandungkan atau dikeluarkan atau diratapkan bisa jadi tidak bisa lepas pada belakang hari bisa jadi penyakit itu," ujarnya.

 Baca Juga: Pengakuan Baru Bharada E Terkait kematian Brigadir J: Gak Usah Ditanya Pak, Saya Tulis Sendiri

Kematian Brigadir J dalam Tradisi Batak Dinilai Tragis  

Halaman:

Editor: kwon oca

Sumber: Tempo.co

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X