• Kamis, 8 Desember 2022

Mengenang Peristiwa G30S PKI, Berikut Dampak Sosial dan Politik dari Peristiwa G30S PKI

- Kamis, 29 September 2022 | 06:45 WIB
Sejarah kelam pemberontakan G30S PKI  (Supriatna/Giwangkara )
Sejarah kelam pemberontakan G30S PKI (Supriatna/Giwangkara )

Giwangkara.com - Peristiwa G30S PKI 1965 berlangsung dari malam hingga dini hari, tepatnya dari akhir 30 September hingga 1 Oktober 1965.

Gerakan ini menyasar para petinggi militer Indonesia saat itu. Dari enam orang yang tewas seketika di tempat tinggalnya.

Sementara yang lainnya diculik dan dibawa ke Lubang Buaya.

G30S PKI menewaskan enam perwira senior, yaitu Letjen Ahmad Yani anumerta, Mayjen Raden Soeprapto, Mayjen Siswondo Parman, Mayjen Mas Tirtodarmo Haryono, Brigjen Sutoyo Siswomiharjo dan Brigjen Donald Isaac Panjaita.

Baca Juga: Profil dan Biodata Jenderal Ahmad Yani, Salah Satu Perwira Militer yang Menjadi Korban pada Gerakan G30S PKI

Gerakan 30 September tahun 1965 dipimpin oleh DN Aidit, pemimpin terakhir PKI.

Mengutip Api History 2 karya Ahmad Mansur Suryanegara, DN Aid, menurut Arnold C. Brackman, mendukung posisi Khrushchev, yaitu:

“Jika semuanya bergantung pada Komunis, kami akan menempuh jalan damai”

Baca Juga: 'Darah Itu Merah, Jenderal' Kutipan Film PKI yang Sangat Melekat pada G30S PKI Karya Arifin C Noer

Halaman:

Editor: Amat Heryadin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPRD dan Pemkab Muaratara Tak Berkutik

Rabu, 7 Desember 2022 | 09:40 WIB
X