Ciayumajakuning Masih Butuh 10000 SS

- Senin, 23 Januari 2023 | 14:03 WIB
daddy rohayady (dokumentasi)
daddy rohayady (dokumentasi)


Giwangkara.com -- Kantor Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (Cabdin ESDM) Wilayah Pelayanan VII memiliki coverage area yang cukup luas. Kantor Cabdin ESDM ini melayani Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Kuningan.

Luasnya areal pelayanan tersebut mengharuskan daya jelajah yang lebih luas. Untuk melakukannya dibutuhkan dukungan anggaran yang memadai. Padahal, pada kenyataannya tidaklah demikian. Salah satu akibatnya adalah masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan Cabdin ESDM Wilayah VII. Misalnya, masih ada sekitar 10.000 satuan sambungan (SS) yang harus diselesaikan.

"Semua itu tidak bisa diselesaikan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan banyak pihak," ujar anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady kepada media melalui telefon genggamnya pada Senin (23/01/2023).

Baca Juga: TPT Sungai Ciberes Tak Beres-beres, Gunungsari Terendam Lag

Daddy menyatakan bahwa pelayanan pasti tidak maksimal karena masih banyak hal yang harus dipenuhi, selain masalah dukungan anggaran. Di Cabdin ESDM Wilayah VII masih ada ruangan 2x3 meter yang dihuni 7 orang pegawai. Bagaimana mungkin dengan kondisi seperti itu akan memberikan pelayanan prima?

Sempat ada lahan provinsi yang dianggap sesuai untuk Kantor Cabdin ESDM Wilayah VII. Bahkan, kala itu sudah dibuatkan detail engineering desain (DED). Namun, lahan tersebut justru dipakai UPTD dinas lain.

Cabdin ESDM Wilayah VII sampai saat ini masih menumpang.
Lahan kantor yang ditempati sekarang ini adalah lahan milik Pemerintah Kabupaten Cirebon. Mungkin hal itu tidak jadi masalah selama Kabupaten Cirebon belum menggunakannya. Namun, alangkah ironisnya, sebuah cabang dinas sekelsa provinsi masih seperti itu.

Baca Juga: Daddy Rohanady: Anak sebagai Aset Bangsa

Dukungan anggaran per tahun untuk Cabdin Wilayah VII sebenarnya tidak berbeda dengan cabdin lainnya. Mereka masih menngalami "nasakom" (nasib satu koma). Artinya setiap tahun mereka hanya mendapat alokasi anggaran sebesar satu miliar koma sekian.

Tahun ini, mereka mayoritas menjadi "dukomsel" (dua miliar koma selalu), atau paling banter menjadi "dukati" (dua kana tilu miliar). Karena begitu kecilnya anggaran yang ada, tidak aneh jika serapan Anggaran tahun 2022 adalah sebesar 99,96%. Ini wajar saja karena anggaran mereka hanya Rp 1,618 miliar.

Halaman:

Editor: kwon oca

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ciayumajakuning Masih Butuh 10000 SS

Senin, 23 Januari 2023 | 14:03 WIB

DPRD dan Pemkab Muaratara Tak Berkutik

Rabu, 7 Desember 2022 | 09:40 WIB
X