• Jumat, 27 Mei 2022

Kekerasan Seksual di Kampus, Fenomena 'Gunung Es'

- Minggu, 28 November 2021 | 21:41 WIB
Ilustrasi kekerasan seksual di kampus.
Ilustrasi kekerasan seksual di kampus.

Pada kurun waktu 2019-2020 Hopehelps menerima aduan sebanyak 47 kasus perundungan seksual. Selain mahasiswa yang menjadi korban ditemukan ada juga dosen yang menjadi korban “predator seks” di kampus jaket kuning tersebut. Kini Hopehelps memiliki perwakilan di 15 perguruan tinggi negeri di Jawa dan Bali.

Selanjutnya dilansir dari laman bbc.com, Menteri Nadiem mengatakan kasus kekerasan seksual yang sejauh ini terungkap di kampus hanya lah "puncak gunung es" dari puluhan ribu, bahkan ratusan ribu kasus yang sebenarnya terjadi.

Baca Juga: Mengenal 5 Material Paling Kuat di Dunia, Apa Saja?

"Ini memberikan kepastian hukum bagi pemimpin perguruan tinggi untuk mengambil langkah tegas," kata Nadiem.

Lewat peraturan tersebut, maka kampus wajib membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual.

Menteri Pendidikan Nadiem Makarim mengatakan kasus kekerasan seksual yang sejauh ini terungkap di kampus hanya lah "puncak gunung es" dari puluhan ribu, bahkan ratusan ribu kasus yang sebenarnya terjadi.

Seorang mahasiswi berinisial H, yang enggan disebutkan namanya, berpendapat penerbitan Permendikbud ini bagaikan titik terang dan memberi kepastian hukum atas penanganan kekerasan seksual di kampus.

Mahasiswi dari salah satu perguruan tinggi di Jawa Barat ini pernah merasakan sulitnya menuntut keadilan teman-temannya yang mengalami kekerasan seksual di kampus.

Pelaku dari kekerasan seksual tersebut juga merupakan mahasiswa di fakultas yang sama dengan dia, dan dikenal sebagai sosok yang berprestasi.

"Awalnya kami takut melaporkan ini karena khawatir pelaku akan dibela, tapi ternyata Kepala Prodi kami terbuka dan membela korban," kata dia.

Halaman:

Editor: Sandy D. Rochmana

Sumber: BBC.Com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X