• Kamis, 2 Desember 2021

Inilah Data Perkembangan dan Vaksinasi COVID-19 di Jakarta per 23 Oktober 2021

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 10:35 WIB
Ilustrasi Vaksin (Pexels/Nataliya Vaitkevich)
Ilustrasi Vaksin (Pexels/Nataliya Vaitkevich)

Jakarta, Giwangkara.com - Pengendalian dan upaya atas pandemi COVID-19 masih dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Penerapan 3T hingga vaksinasi dilakukan kepada sejumlah kelompok prioritas.

Untuk mengurangi paparan dan penularan yang terjadi, masyarakat dihimbau untuk terus mematuhi protokol kesehatan.

Melansir dari beritajakarta.id pada artikel berjudul Perkembangan Data Kasus dan Vaksinasi COVID-19 di Jakarta per 23 Oktober 2021, menuliskan data dari Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 26.592 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 23.401 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 116 positif dan 23.285 negatif.

Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 23.735 orang dites, dengan hasil 6 positif dan 23.729 negatif. Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.

"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 138.128 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 630.807 per sejuta penduduk," terangnya, dikutip dari Siaran Pers PPID Provinsi DKI Jakarta pada Sabtu (23/10).

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun 58 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 1.138 (orang yang masih dirawat/ isolasi). Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 860.749 kasus. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 846.056 dengan tingkat kesembuhan 98,3%, dan total 13.555 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,4%. Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 0,5%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 12,8%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung. Untuk Vaksinasi Program, total dosis 1 saat ini sebanyak 10.819.192 orang (121%), dengan proporsi 66% merupakan warga ber-KTP DKI dan 34% warga KTP Non DKI. Jumlah yang divaksin dosis 1 hari ini sebanyak 20.363 orang. Sedangkan, total dosis 2 kini mencapai 8.245.279 orang (92,2%), dengan proporsi 69% merupakan warga ber-KTP DKI dan 31% warga KTP Non DKI. Jumlah yang divaksin dosis 2 hari ini sebanyak 40.318 orang.

Melalui Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, penindakan atas pelanggaran penggunaan masker dan pendataan buku tamu juga akan digencarkan, begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PPKM lainnya, seperti pelanggaran di restoran/rumah makan, serta pelanggaran perkantoran, tempat usaha, dan tempat industri.

Sanksi yang diberlakukan berupa kerja sosial, denda, penghentian sementara kegiatan, hingga pencabutan izin usaha. Berdasarkan laporan harian Satpol PP Provinsi DKI Jakarta pada 22 Oktober 2021, telah dilakukan penertiban operasi masker dengan total denda sebesar Rp 2.650.000. Serta, 1 tempat makan dan minum, juga 2 tempat usaha lainnya yang diberhentikan sementara.

Harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan COVID-19. Pemprov DKI Jakarta menyarankan, untuk melakukan vaksinasi, warga dapat langsung ke tempat vaksinasi. Namun, untuk mempercepat proses vaksinasi, warga disarankan mendaftar online melalui aplikasi JAKI atau situs corona.jakarta.go.id/vaksinasi.

Dengan mendaftar secara online, warga dapat memilih waktu dan tempat vaksinasi sendiri, sekaligus bisa melakukan pre-screening tes online. Untuk menemukan tempat vaksinasi, warga juga mengeceknya melalui aplikasi google maps. Hanya dengan menuliskan “vaksin COVID-19”, warga dapat menemukan lokasi serta dibantu informasi jalur menemukan lokasi yang dipilih.

Adapun kategori warga 18 tahun ke atas yang dapat divaksinasi di DKI Jakarta adalah: - Warga ber-KTP DKI Jakarta, - Warga ber-KTP dari luar DKI Jakarta, tetapi berdomisili di DKI Jakarta (membawa keterangan domisili diperoleh dari petugas RT, tidak harus dari ketua RT), - Pekerja di DKI Jakarta yang ber-KTP dari luar DKI Jakarta (membawa keterangan dari tempat kerja).

Pemprov DKI Jakarta juga masih membuka kesempatan untuk masyarakat berbagi dengan sesama yang membutuhkan bantuan karena terdampak pandemi COVID-19 dalam program Kolaborasi Sosial Berskala Besar atau KSBB. Masyarakat dapat memberikan bantuan berupa bahan pangan pokok, makanan siap saji, hingga uang tunai. Informasi lengkap seputar KSBB dapat melalui situs https://corona.jakarta.go.id/kolaborasi.

Baca Juga: Tips Tetap Sehat Saat Musim Hujan

***

(Yudha Peta Ogara/beritajakarta.id)

Editor: Satria Ilham Sagara

Sumber: Beritajakarta.id

Tags

Terkini

Naik 'Cuma' 31 Ribu, Berapa Besaran UMK di Jabar?

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB

BMKG: Hujan Berakhir Diprediksi pada April-Mei 2022

Jumat, 26 November 2021 | 17:23 WIB
X