• Minggu, 22 Mei 2022

Waspada Hepatitis Akut, Berikut Gejala dan Cara Pencegahannya!

- Jumat, 6 Mei 2022 | 12:56 WIB
Wasoada Hepatitis Akut, Berikut Gejala dan Cara Pencegahannya! (alodokter)
Wasoada Hepatitis Akut, Berikut Gejala dan Cara Pencegahannya! (alodokter)

Bandung, Giwangkara.com -- Badan kesehatan dunia (WHO) menerima laporan terjadinya penyakit hepatitis akut yang tidak diketahui di Inggris Raya, 5 April 2022 lalu. Merespons hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengajak masyarakat untuk menjaga pola hidup.

Melalui surat edaran yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Kota Bandung, ada empat hal yang perlu dilakukan masyarakat sebagai upaya antisipasi saat menghadapi situasi yang tidak diinginkan.

Pertama, dengan menerapkan Perliaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai tindakan pencegahan, seperti mencuci tangan, dengan sabun, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, tidak melakukan kontak dengan orang sakit, serta tetap melaksanakan protokol kesehatan dalam menjalnkan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Yana: Selamat Menikmati Liburan di Kota Bandung, Ingat Jaga Kebersihan!

Selanjutnya, jika memiliki gejala hepatitis (sakit kuning, sakit perut, muntah-muntah, diare mendadak, buang air kecil dengan warna seperti teh pekat, buang air besar berwarna pucat, kejang, dan penurunan kesadaran), segerakan untuk periksa ke dokter.

Anda juga perlu memantau perkembangan informasi mengenai hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya di kanal resmi pemerintah (Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan), serta jangan ragu melapor ke Puskesmas apabila menemui orang yang mengalami gejala penyakit hepatitis.

Sebagai informasi, pada 5 April 2022 telah dilaporkan 10 kasus hepatitis yang tidak diketahui etiologi atau penyebabnya (acute hepatitis of unknown aetiology). Kasus ini menyerang anak-anak usia 11 bulan hingga 5 tahun sepanjang periode Januari hingga Maret 2022.

Baca Juga: Antisipasi Kemacetan Arus Balik, Disdik Kota Bandung Perpanjang Libur Sekolah hingga 12 Mei 2022

Per 21 April 2022, tercatat 169 kasus yang dilaporkan di 12 negara. Kisaran kasus terjadi pada anak usia 1 hingga 16 tahun.

Halaman:

Editor: kwon oca

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPRD Jabar Terima Audiensi KSPSI Jawa Barat

Kamis, 19 Mei 2022 | 20:39 WIB
X